Inilah 2 Cara Mudah Pemupukan Pada Pohon Agar Tumbuh Optimal dan Mampu Berbuah Dengan Lebat

Inilah 2 Cara Mudah Tahap Pemupukan Pada Pohon Agar Tumbuh Optimal dan Mampu Berbuah Dengan Lebat

Untuk menghasilkan buah durian yang berkualitas, tentunya pohon durian harus didukung dengan asupan unsur hara yang lengkap. Baik unsur hara mikro ataupun makro.

Untuk itulah, sebagai pembudidaya harus mengetahui jumlah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

TerKadang unsur hara yang ada di tanah tidak selamanya cukup untuk mencukupi kebutuhan pohon durian. Di sinilah tahap pemupukan menjadi salah satu tahap yang peting dalam budidaya durian.

Tahap pemupukan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan durian. Sehingga tanaman durian dapat tumbuh dengan optimal.

Pemupukan Durian

1. Pemupukan Utama

Pemupukan utama Pada pohon durian dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun, yakni setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah.

Patokan pemupukan pohon durian adalah masa panen puncak, karena musim buah durian berbeda-beda di setiap lokasi agroekosistem dan pergeseran musim berbuah karena pengaruh pergeseran iklim.

Berikut ini waktu pemupukan, dosis dan jenis pupuk untuk tanaman durian

a). Pemupukan Pertama

  • Pemupukan pertama dilakukan setelah buah habis dipanen,
  • Tunas air, cabang, dan ranting terlalu rimbun atau terinfeksi penyakit dipangkas,
  • Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah kompos/pupuk kandang 2 – 2,5 kg/m2, NPK 15 – 25 gr/m2 dan dolomit 50 – 100 gr/m2,
  • Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur dibawah tajuk tanaman.

b). Pemupukan Kedua

  • Dilakukan 4 bulan setelah pemupukan pertama atau pada akhir musim hujan dan diperkirakan 1 – 2 bulan kemudian musim berbunga,
  • Pupuk yang diberikan mengandung unsur P tinggi, K sedang dan N sangat rendah,
  • Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah SP-36 15 – 20 gr/m2 dan NPK 7 – 10 gr/m2,
  • Pemupukan kedua dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pembentukan bunga.

c). Pemupukan Ketiga

  • Dilakukan 4 bulan setelah pemupukan kedua atau pada masa pembesaran buah,
  • Pemupukan dilakukan sekitar 60 – 67 hari setelah bunga mekar,
  • Pupuk yang diberikan mengandung unsur P sedang, K tinggi dan N sangat rendah atau 0 (tanpa N),
  • Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah SP-36 3 – 6 gr/m2 dan KCl 7 – 10 gr/m2,
  • Pemupukan ketiga dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pengisian buah.
Pemupukan Durian

2. Pemupukan Tambahan

a). Pupuk daun untuk pertumbuhan vegetatif

  • Gunakan pupuk daun type D (vegetatif),
  • Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan,
  • Pemupukan/penyemprotan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan daun agar fotosintesis berjlan optimal

b). Pupuk daun untuk pertumbuhan generatif

  • Gunakan pupuk daun type B (generatif) yang mengandung boron (Bo),
  • Aplikasi dilakukan pada saat mulai muncul bunga (stadia I),
  • Disemprotkan pada daun dan bunga,
  • Penyemprotan dilakukan setiap 10 atau 14 hari sekali sampai buah masak fisiologis (2 minggu sebelum dipanen)

c). Pupuk KNO3 (Kalium Nitrat) dan CaNO3 (Kalsium Nitrat)

  • Dosisnya adalah 50 gram KNO3 an 50 gram CaNO3 dilarutkan dengan 20 liter air,
  • Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun dan dikocor pada akar,
  • Waktu pemupukan yaitu satu bulan sebelum panen atau sekitar 75 – 90 hari setelah bunga mekar
  • Pemupukan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas rasa, tekstur dan warna daging buah.

Pengaturan Jumlah Bunga dan Bakal Buah

Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah durian ini bertujuan untuk mendapatkan jumlah buah yang optimal sesuai dengan kemampuan tanaman menopang beban buah.

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum pengaturan bunga dan bakal buah adalah menentukan target jumlah buah per pohon terlebih dahulu, tahap selanjutnya adalah pengelolaan bunga dan bakal buah. Misalnya ditargetkan 15 ton/ha, jumlah tanaman 100 batang, maka setiap pohon ditargetkan hasil akhirnya 150 kg/pohon.

Bila satu buah beratnya 2 kilo maka jumlah buah akhir adalah 75 buah per pohon, bila berat per buah 5 kg (misalnya Monthong) maka ditargetkan jumlah buah 30 buah/pohon.

Pemupukan Durian

Berikut ini tahapan pengelolaan bunga dan bakal buah yang dilakukan berdasarkan fase perkembangan tanaman durian. Simak ulasannya.

Stadia bunga II
Ketika bunga sebesar batang korek api (elongasi) mulai dilakukan pengurangan bunga (thining). Bunga yang dibuang adalah bunga yang terdapat diujung cabang dan yang tumbuh dicabang kecil (diameter cabang kurang dari 3 cm). Jika bunga tersebut dibiarkan akan menghasilkan buah yang berkualitas rendah.

Stadia bunga III
Ketika bunga mekar sampai kelopak bunga lepas dilakukan pengurangan bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan terhadap dompolan yang terlalu banyak/rapat dan kuntum bunga yang berbeda umur terlalu jauh. Bunga yang dipelihara adalah bunga yang seumuran, yaitu bunga yang selisih mekar tidak lebih dari 2 hari. Setiap dompolan disisakan 8 kuntum.

Stadia buah I
Yaitu ketika ukuran buah sebesar kelereng sampai sebesar telur. Buang buah yang abnormal atau buah yang terserang hama dan penyakit. Maksimal sisakan 4 buah saja pada setiap dompolan.

Stadia buah II
Yaitu ketika ukuran buah sebesar bola tenis sampai sebesar bola takraw. Buang buah yang ukurannya kecil, tidak normal atau terserang hama penyakit. Setiap dompolan disisakan 1-2 buah saja supaya buah berkembang dengan maksimal.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *