Hama dan Penyakit Rambutan Binjai

Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.

Hama tanaman rambutan berupa serangga seperti semut, kutu, kepik, kalong dan bajing serta hama lainya seperti, keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. misal: ulat penggerek buah (Dichocricic punetiferalis) warna kecoklat-coklatan dengan ciri-ciri buah menjadi kering dan berwarna hitam, Ulat penggerek batang (Indrabela sp) membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm, Ulat pemakan daun (Ploneta diducta/ulat keket) memakan daun-daun terutama pada musim kemarau. Ulat Jengkal (Berta chrysolineate) pemakan daun muda sehingga penggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.

1. Ulat penggerek Batang

Ulat ini menggerek batang rambutan dengan membuat lubang dikayu hingga sepanjang 30cm.
Pengendalian : dilakukan dengan menggunakan insektisida seperti Lindane, dosis pemakaian sesuai dengan label kemasan.

2. Kutu putih/ kutu kapas

kutu ini dapat menimbulkan kerusakan secara langsung dengan menghisap cairan tanaman dan pada tingkat kerusakan berat dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman serta menimbulkan kerontokan buah muda. Buah yang terserang biasanya akan tumbuh tidak normal, ukurannya kecil, daging buah lebih tipis dan kulit buah kehitaman.

BACA JUGA :   Inilah 5 Tata Cara Budidaya Alpukat miki Agar Tumbuh Dengan Optimal

Pengendalian, dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu

Cara Teknis : dengan melakukan pemangkasan agar lingkungan tajuk tidak terlalu rimbun, jangan menanam rambutan di daerah yang berawa dan bila pada tanaman rambutan ditemukan hama ini dalam bentuk atau imago segera di buang/dibunuh

Cara Biologi : menggunakan cendawan parasit Empusa fresenii atau menggunakan musuh alami seperti semut hitam

Cara Kimiawi : dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida Lebycid 550 dengan konsentrasi 0,2%.

3. Ulat jengkal

ulat ini berwarna cokelat, menyerupai tangkai daun kering, ramping dan beruas-ruas. Ulat ini juga biasanya memakan daun muda, sehingga pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna coklat kuning dan tampak seperti sakit.
Pengendalian :hama ini menggunakan insektisida jenis Lindane, dosis pemakaian sesuai dengan label kemasan.

 

Penyakit

Penyakit tanaman rambutan disebabkan organisme semacam ganggang (Cjhephaleusos sp) yang diserang umumnya daun tua dan muncul pada musim hujan dengan ciri-ciri adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai seratserat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Ganggang Chaphaleuros kesimbiose dengan lumut kerek (lichen) dan dapat dijumpai pada daun dan batang rambutan, yang nampak seperti panu sehingga ranting yang diserang dapat mati; Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus dengan tanda rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.

BACA JUGA :   Durian Musang King, Jenis Durian Unggul Dengan Gelar Rajanya Durian Dari Malaysia
Gulma

Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman rambutan yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman rambutan yang akan mengganggu pertumbuhan perkembangan bibit rambutan oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

4. Benang putih

Pada cabang dan ranting pohon rambutan yang terserang biasanya terdapat benang putih yang terdiri dari miselium jamur. Benang-benang tersebut rata menutupi daun rambutan, sehingga menyebabkan daun mati.
Pengendalian dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu

Teknis : dengan memangkas cabang/ ranting yang terserang penyakit. Pangkasan harus segera dibakar,
Kimiawi : dilakukan dengan penyemprotan fungisida (Benlate dan Cupravit) di sesuaikan dengan dosis yang tertera dalam kemasan.

5. Jamur Upas

Jamur upas menyerang cabang tanaman yang sudah berkayu. Cabang yang terserang biasanya timbul benang-benang cendawan seperti sarang labah-laba yang berkembang menjadi kerat cendawan berwarna merah jambu.
Pengendalian dilakukan dengan cara :

a. Teknis : dengan memotong sepanjang 30 cm dibawah cabang yang terkena jamur, kemudian dibakar ditempat yang telah disediakan.
b. Mengoleskan fungisida (bubur california atau bubur bordeaux) pada bagian yang terserang jamur upas. Sebaiknya pengolesan dilakukan pada pagi dengan dosis sesuai yang tertera dalam kemasan.

6. Busuk buah

Penyakit busuk buah ini biasanya menyerang buah yang masih kecil/muda, selanjutnya meskipun buah tersebut menjadi besar tapi tetap akan busuk, berwarna hitam dan mengering.
Pengendalian dengan,

BACA JUGA :   Cara Membudidayakan Rambutan Binjai


Teknis : petik buah yang terserang kemudian dikumpulkan dan bakar ditempat yang telah disediakan selanjutnya dikubur dalam tanah.
Kimia : melakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazin dengan dosis 0,4 cc/liter air.

7. Bercak daun

Penyakit ini disebabkan oleh organisme semacam ganggang yang menyerang daun tua yang ditandai dengan bercak-bercak kecil dipermukaan daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan spora. Batang dan daun yang terserang tampak bercak seperti panu. Penyakit ini muncul pada musim hujan.

Pengendalian :cukup dilakukan dengan mengunakan bubur bordeaux/ bubur california dengan dosis sesuai tertera dalam kemasan.

8. Penyakit akar putih

Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan Rigidoporus lignosus dengan tanda rizom berwarna putih menempel di akar. Jika dikupas akar yang terserang berwarna kecoklatan.
Pengendalian :yang dilakukan adalah berikan fungisida jenis benlate 0,3% dengan dosis sesuai tertera pada kemasan.

Demikianlah beberapa hama dan penyakit pada tumbuhan rambutan yang perlu anda ketahui beserta pengendaliannya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita sebagai pencegahan dan penanganan Hama dan penyakit pada tanaman anda . terima kasih

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× ada yang bisa kami bantu?