Durian Bawor Muara Bungo 

Durian Bawor Muara Bungo

Durian Bawor Muara Bungo adalah varietes baru dalam family durian. Varietes ini merupakan pengembangan dari banyak jenis durian unggulan lokal. Penemu varietes durian Bawor Muara Bungo adalah Sarno Ahmad Darsono, seorang petani durian yang berasal dari Banyumas. Sarno mengatakan kalau bibit durian Bawor Muara Bungo yang dibudidayakannya adalah hasil penggabungan dari 35 jenis varietes durian unggulan, lokal ataupun impor.

Sarno sendiri telah bergelut dengan budidaya durian sejak lama. Nama Bawor Muara Bungo untuk varietes barunya ini terinspirasi dari nama adik dari punokawan Petruk, yaitu Bagong atau nama lainnya Bawor Muara Bungo. Petruk, telah dikenal masyarakat sebagai varietes durian unggulan lokal. Lebih dalam lagi, menurut cerita yang berkembang di Jawa Tengah, nama Bawor Muara Bungo ini adalah bentuk perlawanan terhadap bangsawan.

Bibit durian Bawor Muara Bungo sendiri didapat Sarno dengan teknik okulasi. Ia melakukan berkali-kali percobaan dan memerlukan waktu cukup lama. Pertama kali ia menggabungkan 20 varietes unggulan. Keinginannya mendapatkan ukuran buah yang besar dan rasa yang legit membuatnya menggabungkan varietes Kumbakarna dan beberapa jenis lain.

Akhirnya, setelah menunggu beberapa bulan, teknik yang ia terapkan menunjukkan hasil. Ketika pohon primer dan sekundernya telah merekat, ia melakukan lagi okulasi pada pohon-pohon sekundernya. Untuk menghasilkan pohon tersier, di pohon sekunder ia menempelkan pohon durian lokal berkualitas sedang. Teknik okulasi dipilih karena teknik inilah yang paling tepat dalam memberikan makanan kepada pohon primer.

Durian Bawor Muara Bungo memiliki ukuran yang besar. Ukuran besar ini diakibatkan dari penggabungan durian jenis Kumbakarna pada proses pembibitannya. Berat rata-rata durian Bawor Muara Bungo adalah sekitar 12 kilogram. Dengan berat seperti ini, bibit durian Bawor Muara Bungo memang menghasilkan varietes baru yang super. Kulit dari durian Bawor Muara Bungo pun terlihat lebih mengkilat.

Ciri khas lain yang sangat menonjol dari durian Bawor Muara Bungo adalah aromanya. Jika biasanya durian memiliki aroma yang kuat, tidak begitu adanya pada durian Bawor Muara Bungo. Pada durian Bawor Muara Bungo, aromanya cenderung lembut. Pada orang-orang yang tidak menyukai durian karena alasan aroma, durian Bawor Muara Bungo cocok untuk orang-orang ini.

Daging durian Bawor Muara Bungo berwarna orange. Ini dikarenakan dari hasil penggabungan dengan durian montong pada proses okulasinya. Selain itu, daging buah durian Bawor Muara Bungo lebih tebal dan tidak berair. Ketebalan itu dikarenakan biji buah durian Bawor Muara Bungo lebih kecil dari durian pada umumnya. Dikarenakan bibit durian Bawor Muara Bungo ini menghasilkan buah dengan daging yang tebal, banyak orang mulai membudidayakannya.

Rasa durian Bawor Muara Bungo lebih manis dan menggigit. Selain itu ada sedikit rasa pahit di akhir dikarenakan ada kandungan alkohol yang kandungannya sama seperti durian lokal. Rasa manis yang dimiliki durian Bawor Muara Bungo berasal dari kombinasi durian montong dan juga petruk.

:

Leave A Comment

Tanya disini
Hallo, ada yang bisa dibantu?