Beranda » Artikel Terbaru » BUDIDAYA JAMBU AIR MADU DELI HIJAU
click image to preview activate zoom

BUDIDAYA JAMBU AIR MADU DELI HIJAU

Stok
Kategori Artikel Terbaru
Tentukan pilihan yang tersedia!
INFO HARGA
Silahkan menghubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi harga produk ini.
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
BUDIDAYA JAMBU AIR MADU DELI HIJAU
*Harga Hubungi CS
Bagikan ke

BUDIDAYA JAMBU AIR MADU DELI HIJAU

Syzygium aqueum atau yang lebih dikenal dengan jambu air madu deli hijau merupakan salah satu buah yang beberapa tahun teakhir ini sangat diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Rasanya yang manis seperti madu, ukuran buah yang besar dan tanpa biji kerap menggoda mata sekaligus lidah untuk menikmatinya. Kandungan air dan vitamin C yang tinggi membuat para penggemar jambu tak hanya merasakan

kesegarannya namun, juga merasakan khasiatnya untuk kesehatan. Jambu yang awalnya sukses dibudidayakan di Sumatera Utara. Salah satunya adalah di daerah Deli yang menjadi pusat pembudidayaannya. Salah satu varietas jambu air madu ini memiliki rasa yang sangat manis, bahkan tingkat kemanisannya bisa mencapai 15 brix, sehingga banyak bilang bahwa rasa jambu air ini setingkat dengan rasa madu.


Tanaman jambu air madu deli hijau merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi selama mendapatkan sinar matahari sepanjang hari. Karakteristik jambu air madu deli hijau ini antara lain tidak memiliki biji, ukurannya mencapai 200-300 gram per buah, warna kulitnya hijau muda mengkilap, dan jika dipelihara dalam pot atau polybag rasanya manisnya menjadi luar biasa. Jambu ini termasuk jenis tanaman buah super genjah, tidak mengenal musim dan sangat produktif.
Untuk Membudidayakan Jambu Ir madu dheli hijau termasuk mudah dan biayauntuk perawatan bibit buah iin tergolong murah dan tidak harus ada perlakuan khusus untuk perawatannya.bagaimana ? anda tertarik untuk membudidayakan tanaman jambu air madu dheli hijau, Berikut Beberapa cara Mudah Membudidayakannya :

1.Pemilihan Bibit
Jambu Air Madu Dheli Hijau termasuk salah satu buah yang tak memiliki biji oleh karena itu pemilihan Bibit berasal dari hasil penyambungan atau penempelan (okulasi) dapat dilihat dari adanya bekas okulasi atau sambung sepanjang 20 – 30 centimeter dari bagian leher akar. Pilihlah bibit yang sudah berusia 4 bulan dengan minimal panjang tunas adalah 30 cm serta mempunyai minimal enam helai daun. Ciri-ciri bibit yang baik tentu saja tampak sehat dan subur, tidak berpenyakit, perakarannya bagus, batang kokoh, serta daunnya rimbun dan segar. Ukuran ideal bibit ketika hendak ditanam antara 50 – 60 cm.

BACA JUGA :   BUDIDAYA JAMBU BOL JAMAIKA

2.Penanaman
Sekalipun ketinggiannya dapat diatur dengan pemangkasan teratur, tanaman ini tetap memerlukan tempat tumbuh yang cukup leluasa untuk pertumbuhan perakaran dan penunjang yang kokoh agar dapat tetap berdiri tegak. Gunakanlah pot berdiameter 60 – 70 cm dengan bahan yang cukup kuat dan tahan lama. Pot yang paling ideal untuk tanaman buah biasanya adalah yang terbuat dari drum bekas.


Media tanam terdiri atas campuran tanah dan humus atau campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam segar. Tanah sebaiknya bersifat remah, tidak mudah padat, dan tidak bersifat liat karena tanah liat mudah merekah jika terlambat disiram. Jika tanah memenuhi syarat, maka perbandingan antara tanah, pupuk kandang, dan sekam segar ini 2 : 1 : 1.
Akan tetapi, jika terpaksa sekali menggunakan tanah liat, maka perbandingannya menjadi 1 : 1 : 1 ditambah catatan untuk jangan sampai terlambat menyiram. Pupuk kandang yang digunakan adalah campuran kotoran sapi dan kambing dengan perbandingan 1 : 1 yang digiling hingga homogen.


Gunakan pupuk kandang yang sudah matang atau terfermentasi dengan baik. Adapun pencampuran sekam segar bertujuan untuk menjaga agar tanah tidak mudah memadat.
Gunakan sekam segar, bukan sekam bakar, karena proses pembakaran merusak kandungan vitamin B1 dalam sekam yang berguna untuk mencegah tanaman stress dan membantu proses pembungaan.

BACA JUGA :   6 Keistimewaan Kelapa Genjah Entok, Kelapa Unggulan Dengan Postur Tubuh Cebol dan Mampu Berbuah Lebat

3.Pemeliharaan Tanaman
a. Penyiraman
Untuk merawat jambu air madu dibutuhkan dua kali penyiraman., lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari. Tapi bila cuaca sedang hujan bibit jambu air tidak usah disiram. Usahakan penyiraman dilakukan dengan air sumur atau air bor yang tidak memiliki campuran kimia.
Jika yang tersedia hanya air pam, alangkah baiknya jika air tersebut diendapkan terlebih dahulu di dalam drum atau tong sampai kandungan kimia dan kaporit yang ada di dalamnya turun ke bawah. Lalu gunakan hanya air yang berada di bagian atas.Tapi jika menyulitkan air pam tetap bisa langsung digunakan.
b. Penyiangan
Sebaiknya penyiangan dilakukan sebelum proses pemupukan. Tujuannya adalah agar nantinya pemupukan bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Tanah sudah menjadi gembur, gulma pun sudah tidak ada. Proses penyiangan dilakukan dengan membuang gulma menggunakan alat cangkul atau sejenisnya.
c. Pemangkasan
pemangkasan dilakukan pada buah jambu air yang mengarah ke atas atau yang berada di ujung ranting untuk merawat jambu air madu. Hal ini dilakukan karena buah yang berada pada tempat tersebut dipastikan akan jatuh karena tangkai tidak bisa menahan berat bunga. Sehingga dilakukan pemangkasan agar nutrisi yang terkandung bisa diserap bakal buah yang lain.
Untuk dapat memaksimalkan hasil sisakan 1 sampai 2 bakal buah, bergantung pada kerapatan dompolan dan kemudahan pembungkusan. Dalam dompolan yang berisi 9 sampai 12 bakal buah. sisakan hanya 3 sampai 5 buah agar ukuran buah jambu air madu dheli hijau dapat tumbuh dengan ukuran maksimal.

d. Pemupukan

Sebelum berbuah (masa vegetatif)
Untuk mendukung pertumbuhan tanaman pada masa vegetatif, berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 1 – 2 sendok setiap 10 – 14 hari sekali. Berikan juga pupuk hayati dengan kandungan hara mikro dan makro setiap sebulan sekali.

BACA JUGA :   BUDIDAYA JAMBU AIR DALHARI

Setelah berbuah (masa generatif)
Pada usia 7 – 8 bulan, tanaman buah jambu madu sudah memasuki masa generatif. Berikan pupuk MKP 28% (Mono Kalium Phospat) setiap 10 hari sekali. Pemberian pupuk hayati cair juga tetap perlu dilakukan setiap satu bulan sekali. Caranya adalah dengan melarutkan 30 mL pupuk cair Biotogrow ke dalam 15 liter air untuk menyiram 7 – 9 pohon.

4.Pembungkusan
Pembungkusan dilakukan untuk merawat jambu air madu dan melindungi buah jambu air madhu dheli hijau dari serangan hama pengerat yang menyerang buah. Gunakan spunbond atau bahan kain sintetis, atau biasa dikenal dengan pur kertas atau kain kapas. Walaupun transparan bahan tersebut efektif untuk melindungi buah, memiliki sirkulasi yang baik, dan cepat kering jika terkena hujan. Jangan gunakan plastik, karena biarpun transparan plastik dapat menahan air di dalamnya, saat terjadi hujan air akan merendam buah dan membuatnya rusak.

5.Pasca Panen
Pada umumnya, buah jambu air madu deli hijau sudah bisa dipanen setelah 3 bulan terhitung sejak terbentuknya bunga. Ada beberapa tanda yang bisa diamati jika buah sudah siap panen. Diantaranya adalah ukuran buah tidak lagi bertambah besar, tercium aroma khas jambu madu, kulit tampak mengkilap, serta ada perubahan warna menjadi hijau dengan semburat warna merah.

Itulah tata cara Membudidayakan Jambu Air Madu Dheli Hijau dari proses pemilihan bibit hingga masa panen. Apabila anda berminat untuk membudidayakannnya semoga tips diatas dapat bermanfaat.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Berat 1000 gram
Kondisi Baru
Dilihat 21 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Tania
● online
Tania
● online
Halo, perkenalkan saya Tania
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja