BUDIDAYA JAMBU AIR BAJANG LEANG

Tanaman Jambu Air Bajang Leang – adalah jenis tanaman jambu air unggulan yang berasal dari Negara Thailand. Jambu bajang leang termasuk jenis jambu yang paling banyak diburu oleh pecinta tanaman jambu air. Secara Fisik, tanaman jambu air bajang leang mempunyai bentuk pohon yang berdiri tegak, namun tidak terlalu tinggi, hanya 3 – 10 m. Tajuknya rimbun dan menyebar. Batangnya berkayu keras berwarna coklat kemerahan dengan kulit bertekstur kasar, bercelah seperti retakan.


Keunggulan lainnya adalah tanaman jambu bajang leang terkenal dengan sifatnya yang genjah. Selain itu, tanaman jambu ini mampu berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim, berbuah lebat, dan dapat berbuah berkali-kali dalam setahun. Posturnya yang tidak terlalu tinggi dengan tampilannya yang menarik membuat tanaman jambu bajang leang sering dijadikan tanaman hias di dalam pot.

Budidaya Jambu Air Bajang Leang –Dalam Penanaman dan perawatannya tidak sulit, sama saja dengan penanaman dan perawatan jambu air lainnya. Hanya saja mengingat ukuran buahnya yang besar, ada perlakuan khusus yang perlu diperhatikan dalam merawat buah jambu ini. Ingin memiliki tanaman jambu air bajang leang ini di rumah? Anda tidak perlu memerlukan lahan yang luas karena tanaman ini tidak tumbuh terlalu besar. , Tanaman buah jambu bajang leang ini juga sangat cocok untuk ditanam dalam pot (TABULAMPOT) sebagai tanaman hias di halaman rumah anda lho.


Syarat Tumbuh Jambu Air Bajang Leang :
o tumbuh optimal di dataran rendah antara 0 – 700 mdpl.
o Toleransi ketinggian yang masih dapat ditanami, meskipun dengan hasil yang mungkin kurang optimal adalah dataran tinggi 1.200 mdpl.
o Sebagai tanaman tropis, jambu air bajang leang memerlukan sinar matahari penuh sepanjang hari sehingga tumbuh dengan baik di tempat terbuka.
o Curah hujan sedang antara 1000 – 2500 mm per tahun dengan 3 – 4 bulan kering.
o Jenis tanah yang disukai adalah tanah lempung yang subur dengan drainase baik, derajat keasaman tanah (pH) 6. Kecepatan angin sedang, cukup untuk membantu penyerbukan.


Tata Cara Budidaya jambu air bajang leang agar cepat berbuah dan produktif :

1. Pemilihan Bibit

Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam bertanam jambu air bajang leang adalah pemilihan bibit unggul. Dalam memilih bibit jambu air sebaiknya memilih dari hasil perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung pucuk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pilihlah bibit jambu air bajang leang dengan tampilan fisik yang sehat, tegak, segar, memiliki perakaran yang kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

BACA JUGA :   3 JENIS JAMBU AIR UNGGULAN WARNA HIJAU

2. Pengolahan Lahan

Bersihkan lahan dari gulma ataupun tanaman pengganggu lain, juga sisa-sisa tanaman yang terdahulu. Gemburkan tanah dengan cangkul sambil memastikan bahwa tidak ada organisme pengganggu yang tersembunyi di dalam tanah. Buat lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Oleh karena tanaman ini memiliki tajuk yang lebar, beri jarak tanam 5 x 5 m – 7 x 7 m dari tanaman lainnya, tergantung luas lahan.

3. Penanaman Bibit

Campur tanah bekas galian lubang tanam dengan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1 : 1. Gunakan pupuk yang sudah matang atau terfermentasi dengan baik. Taburkan kapur dolomit ke dalam lubang tanam jika pH tanahnya belum sesuai. Jika Anda ingin menanam jambu air bajang leang di dalam pot, pilih pot berdiameter minimal 60 cm atau gunakan pot dari drum bekas. Pastikan bagian bawah pot memiliki lubang drainase yang baik.

Sebagai media tanam, campur tanah humus dengan sekam dan pupuk kandang kering dengan perbandingan 1 : 2 : 2. Aduk campuran hingga homogen dan tidak ada lagi bagian-bagian yang menggumpal. Taburkan pecahan genting atau batu bata di dasar pot. Lubang tanam dan media tanam didiamkan selama 3 – 5 hari agar mikroorganisme pengganggu yang ada di dalam tanah mati. Penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan ketika ketersediaan air mencukupi karena jambu air bajang leang yang masih muda memerlukan suplai air yang konsisten.

Letakkan bibit yang sudah dilepas dari polybag tepat di tengah pot. Masukkan sisa media tanam hingga ketinggian 2 cm di bawah bibir pot. Padatkan, pasang ajir agar tanaman tidak mudah roboh, lalu sirami hingga merata dan sisa air mengalir keluar dari lubang di bawah pot.

4. Perawatan Tanaman

a. Penyiangan

Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Agar tanaman tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit jambu air bajang leang dengan menggunakan cangkul atau dengan manual

BACA JUGA :   Inilah 6 Keunggulan Anggur Livia, Bertandan Besar Dengan Aroma unik

b. Penggemburan Tanah

Tanah sebagai media tanam yang berada di sekitar perakaran lama kelamaan akan mengalami kepadatan sehingga rongga udara dan air di dalam tanah akan berkurang. Hal ini akan berdampak terganggunya akar tanaman jambu air bajang leang untuk menyerap nutrisi dengan baik. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Proses pengemburan dapat menggunakan bantuan alat cangkul dan sejenisnya. Lakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak memutus akar tanaman alpukat aligator

c. Pemangkasan Tanaman

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

d. Penyiraman

Penyiraman 1 – 2 kali sehari tergantung cuaca dan kelembapan tanah. Penyiraman dengan air ledeng perlu didiamkan terlebih dahulu semalaman agar kandungan kaporit dalam air mengendap. Setelah tanaman dewasa (>2 tahun) penyiraman hanya satu kali sehari ketika cuaca panas. Waktu penyiraman pagi dan atau sore hari saat sinar matahari tidak terik.

5. Pemupukan

Tiga bulan setelah penanaman, waktunya memberikan pupuk lanjutan yang pertama. Terdiri atas pupuk kandang yang terbuat dari kotoran kandang sebanyak 15 kg per pohon dan pupuk TS 100 – 150 gr. Ulangi pemupukan dengan interval 3 bulan sekali sehingga menjadi 4 kali dalam setahun.

Pada tahun kedua, tambahkan dengan NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 25 gr per pohon/pot. Tahun ketiga dan seterusnya, tambahan NPK menjadi 100 gr per pohon/pot. Cara pemberian pupuk dengan membuat parit sedalam 10 cm melingkari bagian bawah tajuk tanaman, taburkan pupuk ke dalam parit lalu tutup kembali dengan tanah. Untuk pupuk NPK yang berbentuk padat (tablet), benamkan sedalam 10 cm di sekitar pangkal batang. Untuk memacu pembuahan, tambahkan ZPT jika perlu.

Penyemprotan ZPT dimulai setelah tanaman kuat dan sehat (setelah pemupukan lanjutan yang pertama). Tunda jika cuaca panas. Dosis ZPT 1 cc/1 – 2 liter air, diberikan 2 minggu sekali. Jika tanaman sedang berbuah, pemberian pupuk kandang ditambah menjadi 2 atau 3 kali sebulan karena pada masa ini tanaman memerlukan nutrisi lebih banyak dari biasanya.

BACA JUGA :   Durian Merah Banyuwangi Yang Membuat Kaum Laki-Laki Membara

6. Hama & Penyakit

Hama utama jambu air bajang leang adalah lalat buah dan kutu buah. Penggunaan insektisida seringkali terbukti kurang efektif dan justru menyebabkan hama kebal terhadap insektisida lalu kembali menyerang tanaman. Cara yang paling efektif untuk melindungi buah dari lalat dan kutu adalah dengan membungkus buah sejak masih muda, penggunaan perangkap dengan feromon methyl eugenol, atau perangkap yellow sticky trap. Semprotkan insektisida hanya jika populasi hama terlalu tinggi untuk diatasi dengan cara-cara lain, dosisnya cukup 2 cc/liter air.

Adapun penyakit yang sering dijumpai menyerang tanaman ini adalah penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jamur. Perbaikan sanitasi dan drainase, pemangkasan dan perampasan, membuang dan memusnahkan bagian-bagian tanaman yang sakit, serta menutup luka bekas pangkasan atau karena sebab-sebab lain dengan parafin atau karbolineum sudah cukup efektif untuk mengatasi penyakit tanaman ini.

7. Masa Panen

Jambu air bajang leang yang diperbanyak dengan metode vegetatif akan mulai belajar berbuah pada usia 1 – 2 tahun dan memasuki masa produktif sejak umur 2 tahun. Buah dapat dipanen jika ukurannya sudah maksimal, paduan ketiga warnanya mencolok, dan rasanya sudah manis. Petik menggunakan gunting tanaman yang tajam dan steril agar tidak merusak ranting. Petik buah yang sudah benar-benar matang saja karena jambu air bajang leang tidak melanjutkan proses pematangan setelah dipetik.

Buah jambu air bajang leang juga dipercaya dapat menambah kesuburan dan sangat baik bagi wanita yang baru melahirkan untuk mengembalikan stamina. Buah jambu air bajang leang biasa disajikan sebagai buah meja yang dapat disantap langsung atau sebagai rujak. Nikmat juga jika disetup, dijadikan manisan, dan asinan. Selain buahnya, bagian-bagian tanaman yang lain juga dapat dimanfaatkan. Kayu pohonnya yang keras dapat dijadikan bahan bangunan selama tidak terkena tanah.

Demikianlah informsai tentang budidaya jambu air bajang leang. Untuk menghasilkan buah yang berkualitas unggul,hasil yang berkualitas unggul maka diperlukan beberapa tahapan mulai dari pemilihan benih unggulhingga penanamannya.Anda bisa menerapkannya dengan memanfaatkan pekarangan yang ada di sekitar rumahanda dapat menanam bibit jambu air bajang leang tersebut pada pekarangan rumah dengan sistem tambulapot. Sehingga pekarangan rumah anda menjadi lebih produktif. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Terima kasih.

× ada yang bisa kami bantu?