7 Tata Cara Membudidayakan Alpukat Hass yang memiliki kulit bergerigi dan ukuran munggil agar Panen dengan Hasil optimal

Cara Bertanam Alpukat Hass — Buah alpukat hass memiliki keunggulan dengan daging buahnya yang tebal dengan tekstur yang super pulen. Alpukat Hass juga memiliki ukuran yang kecil nan mungil. Alpukat yang satu ini juga sangat mudah dibedakan dengan jenis Alpukat lain hanya dengan melihat dari bentuk dan warnanya. Dibalik bentuknya yang mungil, buah alpukat ini juga menyimpan keistimewaan daging buahnya yang padat dan gemuk.

Tanaman Alpukat Hass – merupakan salah satu jenis alpukat unggulan yang berasa dari australia. Secara fisik, Tanaman alpukat memiliki atau yang sering dikenal dengan sebutan alpukat australia ini memiliki bentuk yang lebih sama dengan jenis alpukat lainnya.Tanaman alpukat hass memiliki buah yang berwarna dan memiliki warna yang unik, buah alpukat ini juga memiliki kulit yang kuat, bergerindil dan relatif tebal. Warna kulit cokelat keunguan jika sudah matang, hijau saat masih muda.

Syarat Tumbuh Alpukat Hass

♦ berada di ketinggian antara 5 – 1.500 mdpl (meter diatas permukaan laut).

♦Intensitas cahaya matahari selama 6 – 10 jam/hari. Karena cahaya matahari adalah pemeran utama dalam mendukung proses fotosintesis tanaman.

♦Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam), dan lempung endapan (alluvial loam). Keasaman (pH) tanah berkisar 5,6 – 6,4. Bila pH di bawah 5,5 maka tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah cukup banyak.

♦Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8 – 28,3 oC. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15 – 30 oC.

♦Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 40 – 80%. Angin diperlukan tanaman alpukat untuk penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 63, – 73,6 km/jam dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh, dan mudah patah.

♦Jarak tanam alpukat yang dianjurkan adalah 9×12 m. Lubang tanam untuk alpukat sebaiknya dipersiapkan 1 – 2 bulan sebelum tanam.

Budidaya Alpukat Hass

Membudidayakan Alpukat Jenis Hass ini tergolong cukup mudah ,Berikut ini adalah tahapan dalam membudidayakan tanaman alpukat wina agar mampu tumbuh dengan subur dan cepat berbuah :

1.Pemilihan Bibit

Hal pertama yang harus dipersiapan dalam bertanam alpukat miki adalah pemilihan bibit unggul. Dalam memilih bibit alpukat miki sebaiknya memilih dari hasil perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung pucuk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pilihlah bibit yang sehat, tegak, segar, memiliki perakaran yang kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

BACA JUGA :   Inilah dia 7 Jenis Alpukat Unggulan Dengan Citarasa Lezat yang Mudah dan cocok dibudidayakan Di Indonesia

2.Pengolahan Lahan

Sebelum melakukan penanaman bibit Alpukat Hass, sebaiknya bersihkan lahan dari gulma yang mengganggu masuknya sinar matahari. setelah itu, buatlah drainase agar pembuangan air berjalan dengan baik. Jarak tanam yang digunakan dalam budidaya alpukat miki yakni 2× 2 m, 3 × 3 m, 5 × 5 m sampai 10 ×10 m. Pada area seluas satu hektare bisa ditanam alpukat miki sekitar 800 hingga 1.000 pohon tergantung jarak tanam

 Pembuatan Lubang

Buatlah lubang dengan kedalaman 50cm dan lebar minimal 50x50cm untuk tipe tanah gembur, atau minimal 75x75cm untuk tipe tanah keras dan padat.

 

3.Penanaman Bibit

  • Penanaman bibit Alpukat Hass sebaiknya dilakukan saat awal musim hujan.
  • Lubang tanam yang telah berisi campuran media tanam digali sesuai ukuran bibit.
  • Ambil bibit Alpukat Hass dengan cara merobek plastik polybag dari bagian samping dengan hati-hati agar tidak merusak akar.
  • Bibit Alpukat Hass ditanam sedalam leher akar tanpa mengikutkan batangnya.
  • Lakukan penyiraman dengan air secukupnya setiap pagi dan sore hari pada bibit tanaman Alpukat Hass yang baru ditanam untuk mendukung masa tumbuh tanaman.

4.Pemeliharaan Tanaman

a.Penyiraman.
Bibit Alpukat Hass yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi / sore hari. Namun, saat musim penghujan penyiraman tidak perlu dilakukan lagi.

b.Penyiangan.
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. Agar tanaman Alpukat Hass tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit Alpukat Hass dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

c.Penggemburan Tanah.
Tanah sebagai media tanam yang berada di sekitar perakaran lama kelamaan akan mengalami kepadatan sehingga rongga udara dan air di dalam tanah akan berkurang. Hal ini akan berdampak terganggunya akar tanaman alpukat wina untuk menyerap nutrisi dengan baik. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Proses pengemburan dapat menggunakan bantuan alat cangkul dan sejenisnya. Lakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak memutus akar tanaman alpukat miki.

BACA JUGA :   Bibit Tanaman Alpukat Hass

d.Pemangkasan Tanaman.

Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

5.Pemupukan

Pohon alpukat hanya perlu dipupuk 6 bulan sekali(2 x setahun).

1.Pemupukan Fase Vegetatif (usia 6 bulan – 4 tahun)

Fase vegetatif adalah masa dimana tanaman dalam proses tumbuh-kembang dan pembesaran dari tanaman muda menuju pohon dewasa.

Pemupukan dilakukan pertama kali pada usia 6 bulan setelah tanam ke lahan, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Jenis pupuk dan dosis yang diberikan adalah:

  1. Pupuk Kandang (kambing/sapi)=1 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian=0,5 – 1 kg
  3. Pupuk NPK=150 gram (ditingkatkan 50 gram pada setiap pemupukan selanjutnya yaitu; 200 gr, 250 gr, 300 gr, dst…)
2.Pemupukan Fase Generatif (usia > 4 tahun)

Fase generatif adalah masa dimana tanaman telah memasuki usia dewasa dan siap menghasilkan buah secara produktif hingga 20-an tahun ke depan.

Pemupukan dilakukan setelah usia pohon genap 4 tahun, kemudian diulangi setiap 6 bulan sekali.

Pupuk dan dosis yang diberikan yaitu:

  1. Pupuk Kandang (kambing)=2 karung beras 25 kg
  2. Kapur Pertanian=1 kg
  3. Pupuk Urea=2,5 – 3,5 kg
  4. Pupuk TSP=3,5 kg
  5. Pupuk KCL=4 kg

Cara pemupukan yang benar yaitu membuat parit sedalam 30 cm mengelilingi tanaman sejauh 1 meter dari batang. Kemudian seluruh pupuk dimasukkan ke dalam parit dan setelahnya ditutupi kembali dengan tanah.

Khusus kapur pertanian, cara aplikasinya ditabur merata di atas permukaan tanah mengelilingi tanaman.

6.Hama Penyakit

Hama Daun Alpukat
a. Ulat Kipat (Criculatris fenestrate Helf)
hama ulat kipat ini memiliki ciri-ciri panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Tanaman alpukat yang terkena Ulat Kipat menunjukkan gejala yakni Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.

  • Cara pengendalian : yang dianjurkan secara nabati menggunakan ekstrak daun Pepaya. Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter
  • Cara pembuatannya : yaitu rendam 50 gram irisan daun pepaya dalam 100 ml air, aduk rata supaya tercampur dan rendam selama 24 jam. Kemudian diperas dan disaring.Tambahkan larutan tersebut dengan 2-3 liter air aduk rata dan segera semprotkan keseluruh bagian tanaman yang terserang
BACA JUGA :   Bibit Tanaman Kelengkeng Itoh

Bercak Daun atau Bercak Cokelat
Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Tanaman alpukat yang terserang panyakit bercak daun menunjukkan gejala antara lain : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.

  • Pengendalian : pengendalian penyakit ini bisa menggunakan ekstrak bawang putih.Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
  • Cara pembuatan : Dua suing bawang putih di hancurkan dan rendam dalam air selama 24 jam.Tambahkan 4 gelas air dan detergen. Tambahkan larutan dengan air, dengan perbandingan 1 : 9. Diaduk sebelum digunakan lalu semprotkan ke tanaman yang terserang.

7.Panen

Panen buah alpukat hass dapat dimulai saat tanaman alpukat sudah berumur 2-3 tahun sejak penanaman (hasil okulasi / cangkok). Ketika buah alpukat hass dipetik pada umur 6 bulan atau 8 bulan (matang sempurna) buah alpukat hass ini mempunyai kualitas yang hampir sama. Selain itu, buah alpukat hass mempunyai proses pembusukan yang tergolong lama sehingga sangat menguntungkan jika alpukat hass dikirim ke berbagai tempat yang jauh dan tidak merubah kualitas buah.

Buah alpukat hass memiliki rasa yang tidak manis, namun gurih kaya rasa, lezat dan termasuk salah satu alpukat paling enak. Termasuk jenis alpukat yang tidak mudah membusuk dan cocok disimpan dalam rentang waktu cukup lama. Alpukat hass memiliki berbagai macam nutrisi. Selain itu, lemak tak jenuh yang ada didalamnya sangat bermanfaat untuk mengurangi kadar kolesterol.

Demikianlah informasi tentang cara mudah membudidaya Alpukat Hass yang baik dan benar. Agar tanaman alpukat miki mampu tumbuh dengan optimal dan cepat berbuah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman dan tahap panen. Semoga bermanfaat ,terima kasih .

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *