Tanaman Holtikulturan

6 Cara Mudah Menanam Jahe Dalam Polybag

Tanam-Jahe-Polybag

Inilah 6 Cara Mudah Menanam Jahe Dalam Polybag

Menanam Jahe Dalam Polybag – Jahe merupakan salah satu bagian dari rempah-rempah yang sudah sangat populer di masyarakat, khususnya Indonesia. Jahe dikenal memiliki banyak khasiat yang baik untuk tubuh, seperti menghangatkan tubuh, untuk mengobati asam lambung hingga tanaman obat pembersih ginjal. Tak hiran jika, tanaman herbal ini sering dijadikan sebagai bahan makanan dan obat-obatan.

Jahe sendiri merupakan tanaman yang berasal dari wilayah Asia Pasifik mulai dari India sampai dataran Cina. tanaman jahe mampu tumbuh subur di ketinggian sekitar 0 hingga 1500 meter dpl. Dimana tanaman ini juga membutuhkan curah hujan hingga 2500-300mm per tahun. Dengan kelembapan 80%. Dengan segala keungulannya, maka tak heran bila banyak orang yang melakukan tanam jahe dari sekala pekarangan hingga bisnis.

Panduan Tanam Jahe Dalam Polybag

Menanam jahe menjadi hal yang sangat mudah dan menyenangkan. Setelah menanam jahe, Anda tidak perlu melakukan apa pun, kecuali menyiram dan bersabar untuk menunggu jahe siap dinikmati sebagai hidangan pedas yang lezat. Jahe Dalam Polybag menjadi solusi yang tepat bagi anda yang hendak bertanam jahe. namun tidak memiliki pekarangan yang luas untuk menanamnya. Tertarik menanam jahe dalam polybag? berikut ulasannya.

Berikut ini adalah langkah mudah dalam menanam jahe di dalam polybag :

1.Pemilihan Benih Jahe

Untuk memulai menanam jahe, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih bibit yang baik. Bibit jahe yang berkualitas baik memiliki kriteria sebagai berikut : Pilihlah bibit jahe yang berwarna cerah, memiliki ukuran rimpang yang cukup besar, bibit Jahe yang dipilih sebaiknya berumur tua lebih dari 9-10 bulan. Pilihlah bibit jahe yang sehat dan tidak terdapat penyakit.

BACA JUGA :   5 Cara Menanam dan Merawat Kelengkeng Diamond River Dalam Pot Agar Mampu Tumbuh Subur dan Berbuah Lebat

2.Penyemaian Benih

Setelah mendapatkan benih jahe yang baik, langkah selanjutnya adalah melakukan proses penyemaian. Langkah yang perlu dilakukan dalam proses penyemaian :

  • Potong rimpang jahe dan rendam ke dalam larutan fungisida selam kurang lebih seperempat jam
  • Semailah bibit jahe dengan cara meletakkannya di atas jerami kemudian ditutupi jerami lagi atau menggunakan sekam untuk alas dan penutupnya.
  • Tempatkan jerami yang disemai tersebut di ruangan yang lembab dan tidak terkena matahari secara langsung.

Selama dalam proses penyemaian jahe, bibit jahe ini perlu dikontrol, dengan tujuan agar kelembapan bibit jahe tetap terjaga. Ketika jerami mulai kering bisa disiram dengan air sedikit demi sedikit. Setelah hingga tumbuh daun sejati sebanyak 3-5 daun atau kurang lebih 2 minggu akan muncul pengecambahan pada bibit, dan bibit akan siap untuk disemai.

3.Persiapkan Media Tanam

Persiapan media tanam menjadi merupakan hal yang paling utama untuk dilakukan. Media tanam yang baik dibuat dari campuran organik dan tanah yang subur. Penggunaan pupuk organik ini bertujuan agar media tanam lebih mudah menyerap unsur penting dari dalam pupuk. Siapkan tanah subur, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 2 :1:1. Campurkan ketiga bahan tersebut dengan mengaduk-aduknya sampai merata. Letakkan campuran media tersebut di suatu tempat yang teduh selama satu sampai dua pekan sambil menunggu bibit bertunas.

BACA JUGA :   6 Cara Mudah Menanam Tomat Dalam Polybag

4.Penanam Jahe

Layaknya penanaman pada lahan terbuka, Secara umum proses penanaman bibit jahe dalam polybag hampir sama. Lakukanlah penanaman dengan langkah-langkah berikut ini :

  • Siapkan polybag berukuran 40 x 50 cm yang memiliki lubang di bagian bawahnya.
  • Masukkan campuran media tanam yang telah disiapkan ke dalam polybag .
  • Masukkan benih jahe dengan tunasnya mengarah ke atas. Benih yang dapat dimasukkan sekitar 3-5 benih saja di setiap polybag.
  • Tutupilah benih sekitar 3 sampai 5 centimeter dengan media tanam.
  • Taburi jerami atau sekam di atasnya. Kemudian letakkan di tempat yang teduh dan lembab agar jahe cepat tumbuh.

5.Perawatan Jahe

Secara umum proses perawatan tanman jahe hampir sama dengan jenis tanaman lainnya seperti penyiraman, penggemburan tanah dan pemupukan. Agar hasilnya maksimal, tentu Anda harus melakukan perawatan secara rutin dan teratur.

  • Penyiraman : Lakukan penyiraman minimal sebanyak 1 kali sehari, jika cuaca sedang panas Anda bisa menyiramnya sebanyak 2 kali sehari. Penyiraman tanaman jahe ini bisa dilakukan pada sore hari hingga tanaman jahe berusia 0-3 bulan.
  • Pemupukan : Sesudah tanaman jahe berusia 2-4 minggu, dapat dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman sudah berumur 2 bulan. Tahap Pemupukan ini bisa dilakukan sebanyak 3 kali sebelum masa panen.
  • Hama & Penyakit : Untuk membersihkan hama dan menghindari penyakit yang menyerang tanaman, Anda bisa menyemprotkan insektisida maupun fungisida alami. Jangan lupa untuk membersihkan gulma yang ada disekitar tanaman jahe.
BACA JUGA :   Lengkeng Itoh VS Lengkeng New Kristal, Tanaman Lengkeng Mana Yang Lebih Unggul?

6.Tahap Panen

Tanaman jahe dapat dipanen saat tanaman berumur 10-12 bulan. Dimana pada usia tersebut jahe telah berusia tua dan memiliki rimpang bagus. Proses pemanenan jahe dalam polybag sangatlah mudah, cukup dengan menyobek polybag tersebut dan pisahkan antara rimpang dengan tanah. Setelah itu, bilas jahe dengan air bersih. Setelah bersih, jahe di keringkanterlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Demikianlah informasi tentang cara mudah menanam jahe dalam polybag. Agar menghasilkan jahe yang berkualitas perlu memperhatikan langkah-langkah dalam proses penanaman. Tanaman jahe yang banyak dan berkualitas baik dihasilkan dari cara menanam yang baik dan benar pula.Semoga bermanfaat. terima kasih.

Leave a Reply