6 Cara Menanam Alpukat Wina Agar Tumbuh Subur, Cepat Berbuah dan Mampu Menghasilkan Buah Yang Lebat

6 Cara Menanam Alpukat Wina Agar Tumbuh Subur, Cepat Berbuah dan Mampu Menghasilkan Buah Yang Lebat

Cara Menanam Alpukat Wina – Buah Alpukat Wina Populer dengan ukurannya yang jumbo, satu buah alpukat wina beratnya bisa mencapai 1.3 – 1.8 kilogram/buah. Warna  daging alpukat ini kuning layaknya alpukat mentega dengan daging buah yang tebal, tanpa serat dan lebih pulen. Keunggulan lainnya adalah buah alpukat wina mempunyai rasa yang lembut, gurih, nikmat dengan sedikit rasa manis.

Tanaman alpukat wina mampu tumbuh dengan subur dan mampu menghasilkan buah yang memuaskan jika ditanam pada daerah dengan ketinggian 200-1000 m diatas permukaan air laut.

Tanaman alpukat wina ini mulai belajar berbuah saat tanaman sudah sanggup berbuah disaat berumur 3-4 tahun. Tanaman alpukat wina ini juga memiliki tingkat produksi yang cukup tinggi yakni mencapai 100 kilogram per pohon dan mampu berbuah sepanjang tahun.

Cara Menanam Alpukat wina

Syarat Tumbuh Alpukat Wina

  • Tanaman alpukat wina mampu tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian antara 5 – 1500 m dpl.ketinggian ideal untuk tumbuh optimal dan mendapatkan hasil yang maksimal adalah pada ketinggian 200-1000 m dpl.
  • Jenis tanah yang cocok adalah tanah lempung berpasir, lempung liat, dan lempung endapan. Adapun derajat keasaman tanah untuk pertumbuhan alpukat ( pH) yang sesuai yaitu: pH 5,6 – 6,4.
  • Tanaman alpukat wina cocok ditumbuh di daerah tropis. Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750 -1000 mm / tahun. Kebutuhan cahaya untuk pertumbuhan alpukat wina adalah 40 – 80 % dan Suhu udara untuk pertumbuhan adalah 15 – 30 oC.

Berikut ini adalah tahapan dalam membudidayakan tanaman alpukat wina agar mampu tumbuh dengan subur dan cepat berbuah :

1. Pemilihan Bibit Unggul

Hal pertama yang harus dipersiapan dalam bertanam alpukat wina adalah pemilihan bibit alpukat wina unggul. Dalam memilih bibit Alpukat Wina sebaiknya memilih dari hasil perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung pucuk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan induknya.

Pilihlah bibit alpukat wina dengan tampilan fisik yang sehat, tegak, segar, memiliki perakaran yang kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

2. Pengelolahan Lahan

Lahan untuk budidaya alpukat wina sebaiknya dibersihkan dari gulma, tanaman liar semak semak, dan bebatuan. Jarak tanam yang digunakan dalam budidaya alpukat wina adalah 6 m x 6 m, dengan popolasi 278 bibit per Ha. Bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7 m x 7 m dengan populasi 204 bibit per Ha.

3. Tahap Penanaman Bibit

  • Penanaman bibit alpukat wina sebaiknya dilakukan saat awal musim hujan, sehingga bibit bisa langsung tumbuh.
  • Lubang tanam yang telah ditutup digali lagi seukuran dengan ukuran sebesar wadah bibit alpukat wina.
  • Polybag diiris agar bibit alpukat wina bisa dikeluarkan dengan aman tanpa menggoyahkan akar bibit.
  • Bibit alpukat wina beserta tanahnya dimasukkan dalam lubang hingga leher batang. Setelah ditimbun bibit diikat dengan ajir.
  • Setiap bibit alpukat wina sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur.
  • Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2 – 3 minggu.

4. Tahap Pemeliharaan Tanaman

– Penyiraman
Bibit alpukat wina yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi / sore hari. Namun, saat musim penghujan penyiraman tidak perlu dilakukan lagi.

– Penyiangan
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. Agar tanaman alpukat wina tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin.

Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat wina dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

– Penggemburan Tanah
Tanah sebagai media tanam yang berada di sekitar perakaran lama kelamaan akan mengalami kepadatan sehingga rongga udara dan air di dalam tanah akan berkurang. Hal ini akan berdampak terganggunya akar tanaman alpukat wina untuk menyerap nutrisi dengan baik.

Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Proses pengemburan dapat menggunakan bantuan alat cangkul dan sejenisnya. Lakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak memutus akar tanaman alpukat miki.

– Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

5. Tahap Pemupukan

Tanaman alpukat wina mempunyai rambut akar yang sangat sedikit dengan sistem pertumbuhan akarnya yang kurang ekstensif. Oleh karena itu, sebaiknya pemberian pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Pemupukan diberikan sedikit namun lebih sering, yaitu 4 kali dalam setahun.

Sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. Pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi.

  • tanaman alpukat umur 1-4 tahun (fase pertumbuhan) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 0,27 kg – 1,1 kg, pupuk TSP 0,5 kg – 1 kg dan Pupuk KCI 0,2kg – 0,83 kg per pohonnya.
  • tanaman alpukat umur 3-4 tahun (fase produksi) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 2,22 kg-3,55 kg, pupuk TSP 3,2 kg, dan pupuk KCI 4 kg setiap satu pohonnya.

Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemberian pupuk kandang untuk budidaya dilahan sebanyak 20 kg per pohon.

6. Tahap Panen

Panen buah alpukat wina akan dimulai saat tanaman sudah berumur 4-5 tahun. Tanaman alpukat wina mengalami musim berbunga pada awal musim hujan. Buah alpukat wina biasanya sudah matang setelah berumur 6 hingga 7 bulan dari saat bunga mekar. Biasanya panen buah alpukat miki terjadi pada bulan Desember, Januari, & Februari.

Adapun ciri-ciri buah alpukat wina yang sudah matang :

  • Warna kulit tua tetapi belum menjadi coklat/ merah dan tidak mengkilap.
  • Bila buah diketuk akan menimbulkan bunyi yang tidak nyaring.
  • Bila buah digoyang-goyang akan terdengar bunyi akibat tumbukan antara biji dan daging buahnya.

Proses pemanenan buah alpukat wina dilakukan secara manual, yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, maka panen dapat dibantu dgn menggunakan alat/galah yg diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga.

Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.

Buah Alpukat wina menjadi salah satu barang komoditi dari hasil pertanian yang patut untuk dibanggakan. Selain memiliki ukuran yang jumbo, dan rasa yang nikmat.

Buah yang menjadi kebanggaan warga semarang ini juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan manusia. Salah satu manfaat buah alpukat wina antara lain untuk menjaga kesehatan jantung, mampu menurunkan kolesterol, mengatur kadar gula darah dan mampu mengurangi resiko stroke.

Demikianlah informasi tentang cara menanam alpukat wina yang baik dan benar. Agar tanaman alpukat wina mampu tumbuh dengan optimal dan cepat berbuah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman dan tahap panen.

Semoga artikel tersebut dapat menambah wawasan kita tentang alpukat miki dan diharapkan anda dapat mencobanya sendiri dirumah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *